INTERNATIONAL

Gastrodiplomasi MBG: Buku ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ Rambah Korea Selatan

JAKARTA – Misi diplomasi kebudayaan dan pengenalan kebijakan strategis nasional Indonesia terus mengepakkan sayap di panggung internasional. Setelah menyisir pasar Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Jepang, buku Rasa Bhayangkara Nusantara (Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program) kini resmi mendarat di Seoul, Korea Selatan.

Hadirnya buku karya kolaborasi Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, di Negeri Ginseng menjadi babak baru dalam penetrasi gastrodiplomasi Indonesia di kawasan Asia Timur.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan, ekspansi global buku ini merupakan bagian dari manuver taktis dalam memperkuat posisi geopolitik Indonesia melalui instrumen kebudayaan dan kemanusiaan.

“Ekspansi dari Eropa hingga Korea Selatan ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan metode penetrasi baru dalam diplomasi—lewat pendekatan gastrodiplomasi yang mengintegrasikan kebijakan negara, aspek kultural, dan nilai kemanusiaan universal. Ini kontribusi nyata untuk mendongkrak citra positif Indonesia di mata dunia,” kata Komjen Dedi Prasetyo.

Dalam lawatan terbarunya di Seoul, Dirgayuza Setiawan menyerahkan langsung buku tersebut beserta buku Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan. Penyerahan ini menjadi strategis mengingat Korea Selatan merupakan salah satu negara yang sukses mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam skala masif.

“Bapak Cecep memiliki perhatian besar terhadap komparasi kebijakan MBG. Kita perlu memetakan dan mempelajari instrumen serta tata kelola implementasi MBG yang telah berjalan matang di Korea Selatan,” ungkap Dirgayuza.

Lebih lanjut, Dirgayuza memaparkan bahwa Korea Selatan membutuhkan waktu sekitar 20 tahun dengan alokasi anggaran tahunan mencapai Rp80 triliun untuk merealisasikan program MBG secara nasional hingga menjadi bagian dari kultur bangsa. Sistem yang mereka gunakan menitikberatkan pada pembangunan dapur mandiri di tiap sekolah secara bertahap.

“Melalui buku ini, kita membuka ruang dialektika dan diplomasi kuliner yang inklusif antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara kini sama-sama menempatkan pemenuhan gizi anak sekolah sebagai prioritas kebijakan nasional,” tambahnya.

Rasa Bhayangkara Nusantara sendiri merangkum 80 variasi menu bergizi berbasis kearifan lokal dari berbagai penjuru tanah air. Buku ini menjadi representasi visual sekaligus panduan teknis dari Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan masuknya Seoul dalam peta perlintasan—setelah sebelumnya dipromosikan di London, World Economic Forum di Davos, Washington D.C., Jeddah, dan Tokyo—buku ini bertransformasi dari sekadar literatur kuliner menjadi instrumen komunikasi politik luar negeri yang kuat. Langkah ini sekaligus menegaskan peran aktif Polri dalam mendukung penuh akselerasi inovasi kebijakan domestik ke ranah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *