Category: NASIONAL

  • Amankan Pawai Ta’aruf 1 Muharram di Widodaren, Sinergi TNI-Polri Kawal Ribuan Santri

    Amankan Pawai Ta’aruf 1 Muharram di Widodaren, Sinergi TNI-Polri Kawal Ribuan Santri

    NGAWI – Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di wilayah barat Kabupaten Ngawi diwarnai dengan pengetatan pengamanan jalur lalu lintas dan kamtibmas. Langkah antisipatif ini dilakukan guna mengawal jalannya Pawai Ta’aruf massal yang dipusatkan di halaman Pendopo Kecamatan Widodaren, Selasa (16/6/2026).

    Guna memastikan mobilitas ribuan peserta tidak mengganggu arus lalu lintas dan tetap kondusif, personel gabungan dari Babinsa Koramil 11/Widodaren Kodim 0805/Ngawi, Serma Ulin Noha, bersama jajaran Polsek Widodaren diterjunkan langsung di sejumlah titik penyekatan rute.

    Agenda syiar keagamaan yang diinisiasi oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Widodaren ini mengusung misi pembentukan generasi Qurani yang mandiri dan peduli lingkungan. Tercatat, sebanyak 1.200 santri dari 31 unit TPA/TPQ se-Kecamatan Widodaren tumpah ruah memadati area pawai dengan antusiasme tinggi.

    Ketua panitia penyelenggara, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa selain sebagai selebrasi pergantian tahun hijriah, pawai ini dirancang sebagai instrumen untuk mempererat tali ukhuwah Islamiyah antar-santri serta masyarakat lintas desa di Widodaren.

    Aksi turun ke jalan oleh ribuan santri ini turut dipantau langsung oleh jajaran Forkopimca Widodaren, anggota DPRD Kabupaten Ngawi, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

    Di sela-sela pengawalan rute, Serma Ulin Noha menegaskan bahwa kehadiran aparat teritorial dan kepolisian di lapangan murni untuk memberikan jaminan rasa aman (safety guarantee), mengingat jumlah massa yang turun ke jalan cukup masif.

    “Pawai ini melibatkan massa anak-anak dalam jumlah besar, sehingga proteksi di jalur protokol menjadi prioritas kami. Kami bersama Polsek memastikan perimeter rute aman agar jalannya pawai tetap nyaman bagi peserta maupun pengguna jalan lain,” kata Serma Ulin Noha.

    Berkat skenario pengamanan yang matang dan sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pihak kecamatan, serta panitia internal, pawai kolosal menyambut 1 Muharram 1448 H di Widodaren berhasil rampung dengan tertib, meriah, dan tanpa catatan insiden kamtibmas.

  • Musrenbangdes Keras Kulon: Babinsa Tekankan Transparansi dan Antisipasi Kebocoran Anggaran Desa

    Musrenbangdes Keras Kulon: Babinsa Tekankan Transparansi dan Antisipasi Kebocoran Anggaran Desa

    NGAWI – Peran aparat komando kewilayahan kini tidak lagi terbatas pada aspek pemeliharaan kamtibmas konvensional, melainkan merambah ke ranah pengawalan akuntabilitas pembangunan daerah. Komitmen ini ditegaskan jajaran koramil setempat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Kantor Desa Keras Kulon, Kecamatan Gerih, Rabu (17/6/2026).

    Hadir mengawal jalannya perumusan kebijakan tersebut, Babinsa Desa Keras Kulon, Serka Istamar. Keterlibatannya menjadi representasi fungsi monitoring TNI Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar selaras dengan pemenuhan kesejahteraan masyarakat arus bawah.

    Dalam intervensinya di forum tersebut, Serka Istamar menggarisbawahi bahwa satuan teritorial bertugas mendukung penuh akselerasi infrastruktur dan pemberdayaan yang dicanangkan pemerintah daerah. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait besarnya alokasi anggaran yang dikelola oleh pihak desa saat ini.

    “Fungsi kami adalah memastikan program percepatan pembangunan ini berjalan di rel yang benar. Dengan serapan dana desa yang tergolong besar, potensi risiko maladministrasi juga meningkat. Kami berharap dalam eksekusinya nanti tidak ada celah untuk penyalahgunaan anggaran,” tegas Serka Istamar di hadapan perangkat desa dan tokoh masyarakat yang hadir.

    Ia menambahkan, pengawasan berlapis dari seluruh elemen, termasuk masyarakat dan aparat teritorial, sangat krusial agar output dari Musrenbangdes ini tidak sekadar menjadi proyek seremonial, melainkan tepat sasaran.

    Rapat koordinasi yang membahas proyeksi pembangunan untuk tahun anggaran mendatang ini berjalan interaktif. Dinamika forum menunjukkan adanya kesepahaman bersama antara otoritas desa dan aparat keamanan untuk mengedepankan prinsip transparansi serta tata kelola keuangan yang bersih dalam setiap tahapan realisasi fisik di lapangan.

  • Genjot Produktivitas Pangan, Danrem 081/DSJ dan Dandim Ngawi Uji Ubinan Tiga Varietas Padi Unggul

    Genjot Produktivitas Pangan, Danrem 081/DSJ dan Dandim Ngawi Uji Ubinan Tiga Varietas Padi Unggul

    NGAWI – Komitmen penguatan ketahanan pangan di sektor domestik terus diakselerasi melalui uji coba varietas komoditas unggul. Langkah ini ditegaskan lewat peninjauan lapangan dan proses ubinan yang dipimpin langsung oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, didampingi Dandim 0805/Ngawi, Letkol Arh Setu Wibowo, di kawasan persawahan Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Jumat (19/6/2026).

    Agenda turun ke sawah ini difokuskan untuk memetakan produktivitas serta mengukur potensi riil hasil panen dari tiga varietas padi yang tengah dikembangkan di Ngawi, yakni Inpari 16, F-64, dan Inpari 32.

    Aktivitas taktis di sektor agraris ini turut dikawal oleh anggota DPRD Kabupaten Ngawi Priboko, perwakilan Dinas Pertanian Supardi, perwakilan Bulog, serta jajaran pengurus Kelompok Tani (Poktan) Mulyo Agung selaku pemangku lahan.

    Dandim 0805/Ngawi, Letkol Arh Setu Wibowo, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam proses ubinan ini merupakan bagian dari pengawalan program strategis nasional guna memastikan swasembada pangan berjalan linear di tingkat daerah.

    “Melalui sampling ubinan ini, kita bisa memvalidasi data produktivitas riil di lapangan. Varietas yang terbukti menghasilkan tonase tinggi dan adaptif terhadap cuaca nantinya akan direkomendasikan secara luas sebagai referensi utama para petani,” ungkap Letkol Setu Wibowo.

    Di sisi lain, para petani yang tergabung dalam Poktan Mulyo Agung menaruh harapan besar pada uji coba komoditas baru ini. Mereka berharap diversifikasi varietas seperti Inpari dan F-64 tidak hanya unggul dari segi kuantitas panen, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan hama (OPT) yang kerap memicu kerugian finansial teritorial.

    Rangkaian evaluasi lapangan ini berjalan dinamis dan interaktif antara pejabat teritorial, otoritas pertanian, dan pelaku usaha tani. Data kuantitatif yang dihimpun dari hasil ubinan ini nantinya akan menjadi cetak biru (blueprint) penting bagi Pemkab Ngawi dan Bulog dalam memproyeksikan serapan gabah serta menjaga stabilitas harga pangan di pasar domestik.

  • Sinergi Muspika Karanganyar Kawal Transparansi Pengisian Perangkat Desa Gempol

    Sinergi Muspika Karanganyar Kawal Transparansi Pengisian Perangkat Desa Gempol

    NGAWI – Tahapan pengisian struktur perangkat desa di wilayah Kabupaten Ngawi mulai bergulir dengan menitikberatkan pada aspek transparansi dan kepatuhan regulasi. Guna memastikan proses tersebut berjalan sesuai koridor hukum, jajaran Muspika Kecamatan Karanganyar mengawal langsung Sosialisasi Pembentukan Panitia Pengisian Perangkat Desa di Balai Desa Gempol, Sabtu (19/6/2026).

    Agenda strategis tingkat desa ini dihadiri oleh jajaran Camat Karanganyar, Kapolsek, Danramil 15/Karanganyar Kapten Inf Lukiyono, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi selaku fasilitator regulasi.

    Danramil 15/Karanganyar, Kapten Inf Lukiyono, menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga stabilitas keamanan selama seluruh tahapan seleksi berlangsung. Ia mengingatkan bahwa pengisian jabatan di tingkat desa sering kali memicu dinamika sosial, sehingga diperlukan pengkondisian wilayah yang matang.

    “TNI siap mengawal dan memastikan seluruh proses ini berjalan linear—lancar, tertib, dan kondusif. Kami juga mengetuk kesadaran semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama tahapan berjalan,” kata Kapten Inf Lukiyono.

    Sosialisasi ini digelar sebagai langkah preventif untuk menyamakan persepsi antara pemerintah desa dan warga mengenai mekanisme teknis serta aturan main yang berlaku. Langkah ini krusial agar pelaksanaan perekrutan nantinya bebas dari maladministrasi dan sepenuhnya patuh pada Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup) yang berlaku.

    Pertemuan tersebut mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Kolaborasi erat antara TNI, Polri, otoritas kecamatan, dan komponen desa ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, akuntabel, dan berintegritas (good governance).

  • Sinergi TNI-Pemkab Ngawi, Ratusan Warga Serbu Khitanan dan Pengobatan Gratis di Sine

    Sinergi TNI-Pemkab Ngawi, Ratusan Warga Serbu Khitanan dan Pengobatan Gratis di Sine

    NGAWI – Akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau masih menjadi fokus perhatian di wilayah pedesaan Kabupaten Ngawi. Guna meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemkab Ngawi bersama jajaran TNI menggelar aksi sosial berupa khitanan dan pengobatan gratis di halaman Masjid Assalam, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Minggu (21/6/2026).

    Aksi kemanusiaan ini ditinjau langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Kehadiran orang nomor satu di Ngawi tersebut disambut antusias oleh ratusan warga yang sejak pagi hari telah memadati lokasi untuk mendapatkan giliran pemeriksaan medis.

    Babinsa Koramil Sine Kodim 0805/Ngawi, Sertu Cholib, yang mengawal langsung jalannya kegiatan, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, aksi jemput bola seperti ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi keluarga kurang mampu yang kerap terkendala biaya pengobatan maupun khitan anak.

    “Ini wujud nyata kepedulian di lapangan. Selain menjadi solusi konkret bagi masalah kesehatan warga, momentum seperti ini merupakan sarana efektif untuk mempererat kemanunggalan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujar Sertu Cholib di sela-sela kegiatan.

    Di tempat yang sama, Bupati Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa agenda bakti sosial ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap gerakan serupa dapat menstimulus semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Ngawi.

    Antusiasme tinggi terlihat dari raut wajah warga Desa Jagir dan sekitarnya. Fasilitas pengobatan gratis ini dinilai sangat membantu di tengah situasi ekonomi yang menantang, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan keluarga.

    Berkat pengawalan dari unsur babinsa, aparat desa, serta kesigapan tenaga medis yang bertugas, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga selesai. Sinergi ini mempertegas komitmen aparat teritorial dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat di pelosok kecamatan.

  • Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Raih Apresiasi Tokoh Agama di Mimika

    Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Raih Apresiasi Tokoh Agama di Mimika

    MIMIKA – Pola pengamanan berbasis pendekatan humanis dan dialog yang diterapkan Satgas Operasi Damai Cartenz di Tanah Papua terus mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari tokoh agama Hindu Kabupaten Mimika, Pinandita I Made Kembardana.

    Dalam keterangannya di Pura SP 4, Kabupaten Mimika, Minggu (21/6/2026), Made Kembardana menilai performa Satgas Damai Cartenz di lapangan menunjukkan grafik yang positif. Menurutnya, langkah taktis yang mengedepankan persuasi terbukti efektif dalam membangun kembali kepercayaan (trust building) di tengah masyarakat Papua.

    “Kami mengamati langsung, baik di lapangan maupun lewat pemberitaan. Pendekatan yang mengedepankan dialog dan sisi kemanusiaan ini sudah tepat. Ini langkah krusial untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan warga,” ujar Made Kembardana.

    Ia menegaskan, otoritas keagamaan di Mimika sepenuhnya mendukung langkah penegakan hukum dan menjaga stabilitas kamtibmas yang dilakukan satgas. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya tindakan yang tetap terukur, profesional, dan patuh pada koridor hukum yang berlaku.

    Sebagai tokoh spiritual, Made Kembardana juga mengingatkan bahwa penyelesaian konflik di Papua tidak bisa bersandarkan pada pendekatan koersif atau kekerasan. Menurutnya, opsi kekerasan hanya akan memperpanjang lingkaran setan konflik dan melahirkan persoalan baru yang lebih rumit.

    “Penyelesaian jangka panjang dan berkelanjutan hanya bisa dicapai lewat meja dialog dan jalan damai. Pencegahan harus selalu berada di garda terdepan demi mewujudkan Papua yang aman dan sejahtera,” lanjutnya.

    Di sisi lain, menyikapi dinamika sosial dan potensi gesekan di masyarakat, Made Kembardana mengimbau warga Mimika untuk memperkuat benteng filter informasi. Ia meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah kabar burung atau provokasi yang jamak beredar di media sosial.

    “Mari jaga persatuan dan kerukunan. Apa pun latar belakang suku atau agamanya, kita ini saudara sebangsa. Kita harus saling menghormati dan bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua,” pungkasnya seraya memanjatkan doa agar stabilitas di Papua segera pulih total sehingga masyarakat bisa fokus pada pembangunan daerah.