Blog

  • Amankan Pawai Ta’aruf 1 Muharram di Widodaren, Sinergi TNI-Polri Kawal Ribuan Santri

    Amankan Pawai Ta’aruf 1 Muharram di Widodaren, Sinergi TNI-Polri Kawal Ribuan Santri

    NGAWI – Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di wilayah barat Kabupaten Ngawi diwarnai dengan pengetatan pengamanan jalur lalu lintas dan kamtibmas. Langkah antisipatif ini dilakukan guna mengawal jalannya Pawai Ta’aruf massal yang dipusatkan di halaman Pendopo Kecamatan Widodaren, Selasa (16/6/2026).

    Guna memastikan mobilitas ribuan peserta tidak mengganggu arus lalu lintas dan tetap kondusif, personel gabungan dari Babinsa Koramil 11/Widodaren Kodim 0805/Ngawi, Serma Ulin Noha, bersama jajaran Polsek Widodaren diterjunkan langsung di sejumlah titik penyekatan rute.

    Agenda syiar keagamaan yang diinisiasi oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Widodaren ini mengusung misi pembentukan generasi Qurani yang mandiri dan peduli lingkungan. Tercatat, sebanyak 1.200 santri dari 31 unit TPA/TPQ se-Kecamatan Widodaren tumpah ruah memadati area pawai dengan antusiasme tinggi.

    Ketua panitia penyelenggara, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa selain sebagai selebrasi pergantian tahun hijriah, pawai ini dirancang sebagai instrumen untuk mempererat tali ukhuwah Islamiyah antar-santri serta masyarakat lintas desa di Widodaren.

    Aksi turun ke jalan oleh ribuan santri ini turut dipantau langsung oleh jajaran Forkopimca Widodaren, anggota DPRD Kabupaten Ngawi, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

    Di sela-sela pengawalan rute, Serma Ulin Noha menegaskan bahwa kehadiran aparat teritorial dan kepolisian di lapangan murni untuk memberikan jaminan rasa aman (safety guarantee), mengingat jumlah massa yang turun ke jalan cukup masif.

    “Pawai ini melibatkan massa anak-anak dalam jumlah besar, sehingga proteksi di jalur protokol menjadi prioritas kami. Kami bersama Polsek memastikan perimeter rute aman agar jalannya pawai tetap nyaman bagi peserta maupun pengguna jalan lain,” kata Serma Ulin Noha.

    Berkat skenario pengamanan yang matang dan sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pihak kecamatan, serta panitia internal, pawai kolosal menyambut 1 Muharram 1448 H di Widodaren berhasil rampung dengan tertib, meriah, dan tanpa catatan insiden kamtibmas.

  • Musrenbangdes Keras Kulon: Babinsa Tekankan Transparansi dan Antisipasi Kebocoran Anggaran Desa

    Musrenbangdes Keras Kulon: Babinsa Tekankan Transparansi dan Antisipasi Kebocoran Anggaran Desa

    NGAWI – Peran aparat komando kewilayahan kini tidak lagi terbatas pada aspek pemeliharaan kamtibmas konvensional, melainkan merambah ke ranah pengawalan akuntabilitas pembangunan daerah. Komitmen ini ditegaskan jajaran koramil setempat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Kantor Desa Keras Kulon, Kecamatan Gerih, Rabu (17/6/2026).

    Hadir mengawal jalannya perumusan kebijakan tersebut, Babinsa Desa Keras Kulon, Serka Istamar. Keterlibatannya menjadi representasi fungsi monitoring TNI Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar selaras dengan pemenuhan kesejahteraan masyarakat arus bawah.

    Dalam intervensinya di forum tersebut, Serka Istamar menggarisbawahi bahwa satuan teritorial bertugas mendukung penuh akselerasi infrastruktur dan pemberdayaan yang dicanangkan pemerintah daerah. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait besarnya alokasi anggaran yang dikelola oleh pihak desa saat ini.

    “Fungsi kami adalah memastikan program percepatan pembangunan ini berjalan di rel yang benar. Dengan serapan dana desa yang tergolong besar, potensi risiko maladministrasi juga meningkat. Kami berharap dalam eksekusinya nanti tidak ada celah untuk penyalahgunaan anggaran,” tegas Serka Istamar di hadapan perangkat desa dan tokoh masyarakat yang hadir.

    Ia menambahkan, pengawasan berlapis dari seluruh elemen, termasuk masyarakat dan aparat teritorial, sangat krusial agar output dari Musrenbangdes ini tidak sekadar menjadi proyek seremonial, melainkan tepat sasaran.

    Rapat koordinasi yang membahas proyeksi pembangunan untuk tahun anggaran mendatang ini berjalan interaktif. Dinamika forum menunjukkan adanya kesepahaman bersama antara otoritas desa dan aparat keamanan untuk mengedepankan prinsip transparansi serta tata kelola keuangan yang bersih dalam setiap tahapan realisasi fisik di lapangan.

  • Genjot Produktivitas Pangan, Danrem 081/DSJ dan Dandim Ngawi Uji Ubinan Tiga Varietas Padi Unggul

    Genjot Produktivitas Pangan, Danrem 081/DSJ dan Dandim Ngawi Uji Ubinan Tiga Varietas Padi Unggul

    NGAWI – Komitmen penguatan ketahanan pangan di sektor domestik terus diakselerasi melalui uji coba varietas komoditas unggul. Langkah ini ditegaskan lewat peninjauan lapangan dan proses ubinan yang dipimpin langsung oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, didampingi Dandim 0805/Ngawi, Letkol Arh Setu Wibowo, di kawasan persawahan Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Jumat (19/6/2026).

    Agenda turun ke sawah ini difokuskan untuk memetakan produktivitas serta mengukur potensi riil hasil panen dari tiga varietas padi yang tengah dikembangkan di Ngawi, yakni Inpari 16, F-64, dan Inpari 32.

    Aktivitas taktis di sektor agraris ini turut dikawal oleh anggota DPRD Kabupaten Ngawi Priboko, perwakilan Dinas Pertanian Supardi, perwakilan Bulog, serta jajaran pengurus Kelompok Tani (Poktan) Mulyo Agung selaku pemangku lahan.

    Dandim 0805/Ngawi, Letkol Arh Setu Wibowo, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam proses ubinan ini merupakan bagian dari pengawalan program strategis nasional guna memastikan swasembada pangan berjalan linear di tingkat daerah.

    “Melalui sampling ubinan ini, kita bisa memvalidasi data produktivitas riil di lapangan. Varietas yang terbukti menghasilkan tonase tinggi dan adaptif terhadap cuaca nantinya akan direkomendasikan secara luas sebagai referensi utama para petani,” ungkap Letkol Setu Wibowo.

    Di sisi lain, para petani yang tergabung dalam Poktan Mulyo Agung menaruh harapan besar pada uji coba komoditas baru ini. Mereka berharap diversifikasi varietas seperti Inpari dan F-64 tidak hanya unggul dari segi kuantitas panen, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan hama (OPT) yang kerap memicu kerugian finansial teritorial.

    Rangkaian evaluasi lapangan ini berjalan dinamis dan interaktif antara pejabat teritorial, otoritas pertanian, dan pelaku usaha tani. Data kuantitatif yang dihimpun dari hasil ubinan ini nantinya akan menjadi cetak biru (blueprint) penting bagi Pemkab Ngawi dan Bulog dalam memproyeksikan serapan gabah serta menjaga stabilitas harga pangan di pasar domestik.

  • Sinergi Muspika Karanganyar Kawal Transparansi Pengisian Perangkat Desa Gempol

    Sinergi Muspika Karanganyar Kawal Transparansi Pengisian Perangkat Desa Gempol

    NGAWI – Tahapan pengisian struktur perangkat desa di wilayah Kabupaten Ngawi mulai bergulir dengan menitikberatkan pada aspek transparansi dan kepatuhan regulasi. Guna memastikan proses tersebut berjalan sesuai koridor hukum, jajaran Muspika Kecamatan Karanganyar mengawal langsung Sosialisasi Pembentukan Panitia Pengisian Perangkat Desa di Balai Desa Gempol, Sabtu (19/6/2026).

    Agenda strategis tingkat desa ini dihadiri oleh jajaran Camat Karanganyar, Kapolsek, Danramil 15/Karanganyar Kapten Inf Lukiyono, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi selaku fasilitator regulasi.

    Danramil 15/Karanganyar, Kapten Inf Lukiyono, menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga stabilitas keamanan selama seluruh tahapan seleksi berlangsung. Ia mengingatkan bahwa pengisian jabatan di tingkat desa sering kali memicu dinamika sosial, sehingga diperlukan pengkondisian wilayah yang matang.

    “TNI siap mengawal dan memastikan seluruh proses ini berjalan linear—lancar, tertib, dan kondusif. Kami juga mengetuk kesadaran semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama tahapan berjalan,” kata Kapten Inf Lukiyono.

    Sosialisasi ini digelar sebagai langkah preventif untuk menyamakan persepsi antara pemerintah desa dan warga mengenai mekanisme teknis serta aturan main yang berlaku. Langkah ini krusial agar pelaksanaan perekrutan nantinya bebas dari maladministrasi dan sepenuhnya patuh pada Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup) yang berlaku.

    Pertemuan tersebut mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Kolaborasi erat antara TNI, Polri, otoritas kecamatan, dan komponen desa ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, akuntabel, dan berintegritas (good governance).

  • Sinergi TNI-Pemkab Ngawi, Ratusan Warga Serbu Khitanan dan Pengobatan Gratis di Sine

    Sinergi TNI-Pemkab Ngawi, Ratusan Warga Serbu Khitanan dan Pengobatan Gratis di Sine

    NGAWI – Akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau masih menjadi fokus perhatian di wilayah pedesaan Kabupaten Ngawi. Guna meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemkab Ngawi bersama jajaran TNI menggelar aksi sosial berupa khitanan dan pengobatan gratis di halaman Masjid Assalam, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Minggu (21/6/2026).

    Aksi kemanusiaan ini ditinjau langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Kehadiran orang nomor satu di Ngawi tersebut disambut antusias oleh ratusan warga yang sejak pagi hari telah memadati lokasi untuk mendapatkan giliran pemeriksaan medis.

    Babinsa Koramil Sine Kodim 0805/Ngawi, Sertu Cholib, yang mengawal langsung jalannya kegiatan, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, aksi jemput bola seperti ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi keluarga kurang mampu yang kerap terkendala biaya pengobatan maupun khitan anak.

    “Ini wujud nyata kepedulian di lapangan. Selain menjadi solusi konkret bagi masalah kesehatan warga, momentum seperti ini merupakan sarana efektif untuk mempererat kemanunggalan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujar Sertu Cholib di sela-sela kegiatan.

    Di tempat yang sama, Bupati Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa agenda bakti sosial ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap gerakan serupa dapat menstimulus semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Ngawi.

    Antusiasme tinggi terlihat dari raut wajah warga Desa Jagir dan sekitarnya. Fasilitas pengobatan gratis ini dinilai sangat membantu di tengah situasi ekonomi yang menantang, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan keluarga.

    Berkat pengawalan dari unsur babinsa, aparat desa, serta kesigapan tenaga medis yang bertugas, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga selesai. Sinergi ini mempertegas komitmen aparat teritorial dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat di pelosok kecamatan.

  • Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Raih Apresiasi Tokoh Agama di Mimika

    Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Raih Apresiasi Tokoh Agama di Mimika

    MIMIKA – Pola pengamanan berbasis pendekatan humanis dan dialog yang diterapkan Satgas Operasi Damai Cartenz di Tanah Papua terus mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari tokoh agama Hindu Kabupaten Mimika, Pinandita I Made Kembardana.

    Dalam keterangannya di Pura SP 4, Kabupaten Mimika, Minggu (21/6/2026), Made Kembardana menilai performa Satgas Damai Cartenz di lapangan menunjukkan grafik yang positif. Menurutnya, langkah taktis yang mengedepankan persuasi terbukti efektif dalam membangun kembali kepercayaan (trust building) di tengah masyarakat Papua.

    “Kami mengamati langsung, baik di lapangan maupun lewat pemberitaan. Pendekatan yang mengedepankan dialog dan sisi kemanusiaan ini sudah tepat. Ini langkah krusial untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan warga,” ujar Made Kembardana.

    Ia menegaskan, otoritas keagamaan di Mimika sepenuhnya mendukung langkah penegakan hukum dan menjaga stabilitas kamtibmas yang dilakukan satgas. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya tindakan yang tetap terukur, profesional, dan patuh pada koridor hukum yang berlaku.

    Sebagai tokoh spiritual, Made Kembardana juga mengingatkan bahwa penyelesaian konflik di Papua tidak bisa bersandarkan pada pendekatan koersif atau kekerasan. Menurutnya, opsi kekerasan hanya akan memperpanjang lingkaran setan konflik dan melahirkan persoalan baru yang lebih rumit.

    “Penyelesaian jangka panjang dan berkelanjutan hanya bisa dicapai lewat meja dialog dan jalan damai. Pencegahan harus selalu berada di garda terdepan demi mewujudkan Papua yang aman dan sejahtera,” lanjutnya.

    Di sisi lain, menyikapi dinamika sosial dan potensi gesekan di masyarakat, Made Kembardana mengimbau warga Mimika untuk memperkuat benteng filter informasi. Ia meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah kabar burung atau provokasi yang jamak beredar di media sosial.

    “Mari jaga persatuan dan kerukunan. Apa pun latar belakang suku atau agamanya, kita ini saudara sebangsa. Kita harus saling menghormati dan bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua,” pungkasnya seraya memanjatkan doa agar stabilitas di Papua segera pulih total sehingga masyarakat bisa fokus pada pembangunan daerah.

  • FAO Prediksi Produksi Gandum Dunia Turun pada 2026/2027, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    FAO Prediksi Produksi Gandum Dunia Turun pada 2026/2027, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    Jakarta – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan produksi gandum global akan mengalami penurunan pada musim 2026/2027. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah negara produsen utama, termasuk Amerika Serikat dan kawasan Uni Eropa, disebut menjadi faktor utama yang menekan hasil panen.

    Dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2026, FAO memproyeksikan produksi gandum dunia pada periode Juli 2026 hingga Juni 2027 mencapai sekitar 810,9 juta ton. Jumlah tersebut turun 3,8 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencatat rekor produksi tertinggi.

    FAO menjelaskan bahwa penurunan produksi terutama terjadi di negara-negara eksportir utama. Selain faktor cuaca yang kurang mendukung, menurunnya margin keuntungan juga berdampak pada semangat petani untuk memperluas produksi.

    Menurut laporan tersebut, hasil panen yang lebih rendah di Uni Eropa dan Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan produksi global. Kondisi tersebut turut memicu berkurangnya luas lahan tanam dan menekan potensi hasil panen, khususnya di wilayah Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.

    Selain AS dan Uni Eropa, prospek produksi yang lebih rendah juga diperkirakan terjadi di sejumlah negara eksportir penting lainnya, termasuk Australia. Situasi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan pasokan gandum di pasar internasional dan berdampak pada aktivitas ekspor.

    Harga Gandum Mulai Menguat

    Berkurangnya pasokan dari sejumlah negara produsen utama mulai tercermin pada pergerakan harga di pasar global. FAO mencatat harga gandum internasional menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Kenaikan harga tersebut didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan, ditambah ketidakpastian kondisi cuaca yang masih membayangi sejumlah wilayah penghasil gandum. Kekeringan yang terjadi di Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang memicu penguatan harga komoditas tersebut.

    Meski demikian, FAO menilai tekanan harga dalam jangka pendek masih relatif terkendali. Pasokan dari beberapa negara di kawasan Asia dinilai masih cukup stabil, sementara permintaan impor dari sejumlah negara juga menunjukkan tren perlambatan.

    Di sisi perdagangan internasional, volume perdagangan gandum global diperkirakan turun sekitar 3,3 persen menjadi 199,1 juta ton. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya kebutuhan impor dari sejumlah negara di Afrika Utara, Timur Tengah, dan sebagian kawasan Asia.

    FAO menyebut sejumlah negara mulai mengurangi pembelian dari pasar internasional karena produksi domestik mereka membaik. Selain itu, ketersediaan stok cadangan yang masih cukup besar turut membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor menjadi lebih rendah.

  • Berawal dari Rindu Kampung Halaman, Pempek Rafi 81 Kini Raup Puluhan Juta Rupiah dari Bazar ke Bazar

    Berawal dari Rindu Kampung Halaman, Pempek Rafi 81 Kini Raup Puluhan Juta Rupiah dari Bazar ke Bazar

    Jakarta – Merantau ke ibu kota bukan hanya soal mencari penghidupan yang lebih baik, tetapi juga beradaptasi dengan budaya dan kebiasaan baru, termasuk urusan makanan. Bagi Nyayu Maryati, perempuan asal Palembang yang menetap di Jakarta sejak 2010, kerinduan terhadap cita rasa kampung halaman justru menjadi awal lahirnya sebuah usaha kuliner yang kini berkembang pesat.

    Lewat merek dagang Pempek Rafi 81, Nyayu berhasil membawa cita rasa khas Palembang ke tengah masyarakat Jakarta. Usaha yang dirintis dengan modal terbatas itu kini rutin hadir di berbagai bazar UMKM dan mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.

    Saat ditemui dalam sebuah bazar di kawasan Universitas Sahid, Jakarta Selatan, Nyayu menceritakan perjalanan panjang membangun usaha yang bermula dari kondisi ekonomi keluarga yang sulit.

    Titik balik itu terjadi pada 2014 ketika sang suami memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Selama beberapa bulan keluarga mereka praktis tidak memiliki pemasukan tetap. Tabungan yang dimiliki perlahan menipis dan memaksa mereka mencari alternatif sumber penghasilan.

    Di tengah situasi tersebut, Nyayu melihat peluang dari sesuatu yang selama ini ia rasakan sendiri: sulitnya menemukan pempek dengan cita rasa Palembang yang benar-benar autentik di Jakarta.

    “Banyak pempek yang saya temui rasanya kurang pas di lidah. Kalau ingin yang benar-benar enak biasanya harus datang ke restoran dan harganya lebih mahal,” kenangnya.

    Berangkat dari pengalaman itu, ia memberanikan diri membuka usaha pempek pada akhir 2014 dengan modal sekitar Rp2 juta. Warung pertamanya berdiri di sebuah kios sederhana dengan pintu rolling door.

    Nama Pempek Rafi 81 dipilih bukan tanpa alasan. “Rafi” diambil dari nama anak sulungnya, sementara angka “81” berasal dari tanggal lahir sang suami, 8 Januari. Bagi Nyayu, angka tersebut memiliki makna harapan agar usaha yang dibangun terus berkembang dan membawa keberkahan bagi keluarga.

    Menyesuaikan Lidah Jakarta

    Memasuki dunia usaha kuliner di Jakarta ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Salah satu tantangan terbesar adalah perbedaan selera konsumen.

    Menurut Nyayu, sebagian masyarakat Jakarta kurang menyukai aroma ikan yang terlalu kuat, sementara pempek asli Palembang justru dikenal kaya akan cita rasa ikan. Untuk menjembatani perbedaan tersebut, ia sempat melakukan penyesuaian resep dengan menambah komposisi tepung agar lebih diterima pasar.

    Strategi itu cukup berhasil untuk menjaga usaha tetap berjalan. Namun perubahan besar terjadi pada 2018 ketika ia bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

    Melalui berbagai pelatihan mengenai branding, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran digital, Nyayu mendapatkan banyak masukan untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu saran yang paling berkesan adalah tetap mempertahankan keaslian rasa sebagai identitas utama produknya.

    Sejak saat itu, Nyayu mulai mengembangkan beberapa varian pempek untuk menyesuaikan kebutuhan pasar yang beragam.

    Varian premium menggunakan ikan tenggiri dengan komposisi ikan lebih dominan sehingga menghasilkan cita rasa khas Palembang yang kuat. Untuk pasar harian, ia menawarkan varian berbahan ikan kakap dengan harga lebih terjangkau. Sementara untuk segmen yang lebih sensitif terhadap harga, tersedia versi ekonomis yang menggunakan udang rebon sebagai sumber rasa.

    Strategi tersebut membuat produknya dapat diterima oleh berbagai kalangan tanpa kehilangan identitas sebagai kuliner khas Palembang.

    Bangkit dari Pandemi

    Perjalanan bisnis Nyayu tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 sempat membuat usaha yang dirintisnya mengalami tekanan berat hingga warung fisik harus ditutup.

    Alih-alih menyerah, ia mengubah strategi pemasaran dengan mengandalkan sistem pemesanan daring dan aktif mengikuti berbagai bazar UMKM.

    Keputusan tersebut terbukti tepat. Saat ini Pempek Rafi 81 mampu memproduksi sedikitnya 2.500 potong pempek frozen setiap bulan. Selain pempek, Nyayu juga menjual berbagai kuliner khas Palembang lainnya seperti tekwan, celimpungan, kerupuk tenggiri, nasi minyak, hingga pindang patin.

    Aktivitas berpindah dari satu bazar ke bazar lain justru menjadi sumber pertumbuhan baru bagi usahanya. Dalam sejumlah pameran besar, stan Pempek Rafi 81 kerap dipadati pengunjung.

    Saat mengikuti event Indonesia Open, misalnya, omzet yang diperoleh selama enam hari mencapai lebih dari Rp12 juta. Sementara dalam bazar yang digelar di lingkungan kampus, omzet yang diraih dalam tiga hari bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp7 juta.

    “Kalau dalam sebulan ada empat kali bazar, omzet minimal sekitar Rp20 juta. Kalau sedang ramai dan bisa ikut tujuh sampai delapan bazar, omzetnya bisa lebih dari Rp25 juta,” ujarnya.

    Mengandalkan Digitalisasi

    Selain bazar, Nyayu kini memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas pasar. Ia menggunakan WhatsApp Business dan Google Business Profile untuk menjangkau pelanggan baru.

    Menurutnya, tidak sedikit konsumen yang menemukan Pempek Rafi 81 melalui pencarian di Google Maps sebelum akhirnya melakukan pemesanan.

    Dalam transaksi sehari-hari, Nyayu juga mengandalkan QRIS BRI yang dinilai mempermudah proses pembayaran. Sistem tersebut membantu pelaku usaha mengurangi penggunaan uang tunai sekaligus memudahkan pencatatan transaksi secara real time.

    Setiap pembayaran yang masuk langsung terhubung ke aplikasi WhatsApp melalui notifikasi digital, sehingga aktivitas penjualan dapat dipantau dengan lebih praktis.

    Bukti UMKM Bisa Naik Kelas

    Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, menilai kisah Nyayu menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui pendampingan yang tepat.

    Menurutnya, Rumah BUMN tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam aspek legalitas, digitalisasi, pemasaran, hingga pengembangan kapasitas bisnis.

    Hingga 2026, Rumah BUMN BRI di bawah naungan BRI KC S Parman tercatat membina sekitar 11.000 UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 UMKM aktif mengikuti berbagai program pengembangan usaha.

    Bagi Jajang, keberhasilan UMKM seperti Pempek Rafi 81 menunjukkan bahwa kombinasi antara semangat berusaha, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi kunci untuk bertahan sekaligus tumbuh di tengah persaingan yang semakin ketat.

  • Harga Beras, Bawang Putih, dan Daging Sapi Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp76.300 per Kg

    Harga Beras, Bawang Putih, dan Daging Sapi Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp76.300 per Kg

    Jakarta – Pergerakan harga pangan nasional pada Minggu (21/6/2026) menunjukkan tren yang beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan harga, di antaranya beras medium, bawang putih, cabai rawit merah, serta daging sapi. Sementara beberapa komoditas lain seperti cabai merah dan bawang merah justru mengalami penurunan.

    Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia mencatat harga beras medium mengalami kenaikan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Beras medium I naik 0,31 persen menjadi Rp16.300 per kilogram, sedangkan beras medium II juga meningkat 0,31 persen menjadi Rp16.100 per kilogram.

    Di sisi lain, harga beras kualitas super I masih bertahan di level Rp17.550 per kilogram tanpa mengalami perubahan.

    Kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang naik 1,89 persen menjadi Rp43.100 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi di kedua kategori kualitas turut menunjukkan penguatan.

    Untuk komoditas cabai, pergerakannya cenderung bervariasi. Harga cabai rawit merah tercatat naik 2,35 persen menjadi Rp76.300 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi saat ini. Sebaliknya, cabai merah besar turun 5,87 persen menjadi Rp57.700 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting melemah 1,16 persen menjadi Rp55.500 per kilogram.

    Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga minyak goreng curah bertahan di Rp20.600 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerek I tetap berada di level Rp24.200 per kilogram.

    Berikut sejumlah harga pangan strategis yang tercatat pada Minggu (21/6/2026):

    • Beras kualitas super I: Rp17.550/kg (stabil)
    • Beras kualitas super II: Rp17.100/kg (naik 0,59%)
    • Beras kualitas bawah I: Rp14.650/kg (stabil)
    • Beras kualitas bawah II: Rp14.600/kg (naik 0,69%)
    • Beras medium I: Rp16.300/kg (naik 0,31%)
    • Beras medium II: Rp16.100/kg (naik 0,31%)
    • Gula pasir lokal: Rp19.100/kg (turun 0,26%)
    • Minyak goreng curah: Rp20.600/kg (stabil)
    • Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp24.200/kg (stabil)
    • Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp23.350/kg (naik 0,21%)
    • Telur ayam ras: Rp29.950/kg (turun 0,50%)
    • Cabai merah besar: Rp57.700/kg (turun 5,87%)
    • Cabai merah keriting: Rp55.500/kg (turun 1,16%)
    • Cabai rawit hijau: Rp54.950/kg (naik 1,95%)
    • Cabai rawit merah: Rp76.300/kg (naik 2,35%)
    • Daging ayam ras: Rp37.100/kg (turun 0,27%)
    • Daging sapi kualitas I: Rp149.300/kg (naik 0,47%)
    • Daging sapi kualitas II: Rp140.500/kg (naik 0,61%)
    • Bawang merah ukuran sedang: Rp53.650/kg (turun 3,25%)
    • Bawang putih ukuran sedang: Rp43.100/kg (naik 1,89%)
    • Gula pasir premium: Rp20.300/kg (naik 0,25%)

    Kenaikan sejumlah komoditas pangan tersebut menjadi indikator bahwa tekanan harga masih terjadi pada beberapa kebutuhan pokok masyarakat. Meski demikian, penurunan harga pada beberapa jenis cabai, bawang merah, dan telur ayam turut membantu menahan laju kenaikan harga pangan secara keseluruhan.

  • KSPSI: 50 Ribu Buruh Terancam PHK Akibat Tingginya Harga Gas Industri

    KSPSI: 50 Ribu Buruh Terancam PHK Akibat Tingginya Harga Gas Industri

    Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memperingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat menimpa sekitar 50 ribu pekerja jika persoalan tingginya harga gas untuk sektor industri tidak segera ditangani pemerintah.

    Peringatan tersebut disampaikan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea setelah menerima aspirasi dari perwakilan 15 perusahaan bersama 15 Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PUK SP KEP) KSPSI. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam, para pelaku industri menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi akibat kenaikan harga gas yang dinilai semakin membebani biaya produksi.

    Menurut Andi Gani, kondisi tersebut mulai berdampak pada keberlangsungan operasional sejumlah perusahaan. Bahkan, salah satu perusahaan keramik besar di kawasan Bekasi disebut telah menyampaikan rencana pengurangan tenaga kerja akibat tingginya biaya energi yang harus ditanggung.

    “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, ancaman badai PHK bisa terjadi dalam waktu dekat,” ujar Andi Gani dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

    Selain sektor manufaktur, KSPSI juga menyoroti potensi PHK di industri pertambangan nikel. Menurutnya, proses penataan perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang masih berlangsung di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpotensi memengaruhi aktivitas usaha sejumlah perusahaan.

    Meski mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor pertambangan dan penegakan hukum, Andi Gani berharap proses tersebut dapat dilakukan tanpa menimbulkan dampak sosial berupa meningkatnya jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan.

    Ia mengungkapkan telah bertemu langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan pekerja dan pelaku industri. Menurutnya, pemerintah merespons persoalan tersebut dengan mengumpulkan berbagai pihak terkait guna mencari solusi atas tingginya harga gas industri.

    Pertemuan serap aspirasi itu turut dihadiri Ketua Umum PP KEP KSPSI R. Abdullah, Ketua PD KEP KSPSI Agus Koswara, Ketua PC KEP Bekasi Muh. Yusuf, serta sejumlah pengurus serikat pekerja lainnya.

    Pemerintah Pastikan Pasokan Gas Aman

    Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri masih dalam kondisi aman. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kekhawatiran yang muncul terkait dampak ketersediaan gas terhadap aktivitas industri.

    Menurut Bahlil, persoalan utama yang saat ini dihadapi bukanlah keterbatasan pasokan, melainkan kenaikan harga yang mengikuti perkembangan pasar energi global.

    Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga gas juga terjadi di berbagai negara dan bukan hanya dialami Indonesia. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan pasar sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan keberlanjutan sektor energi nasional.

    Bahlil juga memastikan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) tetap diberlakukan bagi sektor-sektor industri yang memenuhi syarat sesuai ketentuan pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya saing industri nasional di tengah tekanan kenaikan harga energi dunia.

    Di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia usaha dan pekerja, berbagai pihak berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi yang mampu menjaga keberlangsungan industri sekaligus melindungi lapangan pekerjaan bagi puluhan ribu tenaga kerja yang bergantung pada sektor tersebut.