INTERNATIONAL

KKP Tembus Proteksionisme Uni Eropa, Keran Ekspor Perikanan Budi Daya Kembali Terbuka

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses mengamankan posisi Indonesia dalam regulasi perdagangan Uni Eropa (UE). Melalui diplomasi dagang yang intensif, produk perikanan budi daya asal tanah air kini resmi masuk kembali dalam daftar komoditas yang diizinkan melenggang ke pasar tunggal Benua Biru tersebut.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu), Ishartini, mengungkapkan bahwa kepastian hukum ini menjadi angin segar bagi industri perikanan domestik. Sebelumnya, para pelaku usaha sempat dibayangi kecemasan lantaran posisi Indonesia absen dalam daftar Commission Implementing Regulation (EU) 2024/2598.

“Kabar ini tentu melegakan. Sekarang posisi kita sudah aman dan tercantum dalam aturan baru, yakni Commission Implementing Regulation Nomor 2026/1189 yang ditetapkan pada 4 Juni 2026,” ujar Ishartini di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Langkah penembusan pasar Eropa ini tidak didapat secara instan. KKP sebagai otoritas kompeten harus melakukan penetrasi komunikasi dan negosiasi berlapis. Salah satu langkah krusialnya adalah pertemuan tatap muka dengan DG SANTE—otoritas mutu dan keamanan pangan Uni Eropa—di Brussels, Belgia, beberapa waktu lalu. Operasi diplomasi ini juga disokong penuh oleh KBRI Brussel, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, serta Delegasi UE di Jakarta.

“KKP bergerak proaktif untuk mengamankan kepentingan pelaku usaha budi daya nasional. Masuknya kembali Indonesia dalam daftar ini memastikan akses pasar ke UE tetap terbuka dan memiliki kepastian jangka panjang,” imbuh Ishartini.

Pasar Uni Eropa dinilai sangat strategis secara ekonomi makro. Beranggotakan 27 negara, kawasan ini merupakan salah satu konsumen hidangan laut terbesar di dunia dengan tingkat konsumsi per kapita mencapai 24–25 kg per tahun. Angka ini ditopang oleh daya beli yang tinggi, di mana rata-rata pendapatan penduduknya menyentuh 37.900 Euro (sekitar Rp 630 juta) per tahun.

Secara geopolitik ekonomi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya kerap menggarisbawahi urgensi diversifikasi pasar global agar ekspor nasional tidak bergantung pada satu kawasan saja. Saat ini, Uni Eropa menempati peringkat kelima sebagai destinasi utama ekspor perikanan Indonesia.

Komoditas andalan seperti udang, bandeng, dan kelompok catfish diproyeksikan akan kembali mendominasi pengiriman. Selain itu, KKP juga tengah menyiapkan Tilapia—yang kini dijuluki sebagai “aquatic chicken”—sebagai senjata baru untuk menguasai pangsa pasar Eropa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *