JAKARTA – Komitmen peningkatan mutu pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) terus menunjukkan progres positif. Transformasi digital yang dipadukan dengan kesigapan personel di lapangan mendapat apresiasi langsung dari masyarakat yang tengah mengakses layanan administrasi kepolisian.
Sentimen positif tersebut salah satunya datang dari Mariska, warga Jakarta yang melakukan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Gedung Pelayanan Satu Atap Mapolda Metro Jaya. Ia menilai, mekanisme birokrasi penertiban dokumen keamanan penunjang karir tersebut kini jauh lebih adaptif, memangkas waktu tunggu, dan bebas dari pungutan liar.
“Proses pembuatan SKCK di Polda Metro Jaya saat ini berjalan sangat cepat dan transparan. Prosedurnya mudah dipahami, didukung oleh kesigapan petugas pelayanan yang komunikatif dan sangat membantu di setiap tahapan verifikasi berkas,” ungkap Mariska usai menerima dokumen SKCK miliknya.
Di tempat terpisah, Pamin 1 Sie Yanmin Ditintelkam Polda Metro Jaya, Ipda M. Alghifari, menegaskan bahwa kepuasan pemohon merupakan indikator utama dari keberhasilan reformasi birokrasi di tubuh Direktorat Intelijen Keamanan. Ia menjelaskan, integrasi sistem pelayanan kini terus digenjot lewat optimalisasi platform digital guna mempermudah pengisian data formasi secara daring (online) sebelum pemohon melakukan rekam sidik jari di lokasi fisik.
“Penyelenggaraan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan humanis merupakan kewajiban mutlak kami. Ini adalah implementasi riil dari doktrin Polri Presisi dalam mewujudkan standardisasi pelayanan publik yang prima dan modern,” urai Ipda M. Alghifari.
Langkah modernisasi penertiban SKCK yang berbasis pada pemanfaatan teknologi informasi ini terbukti efektif dalam mereduksi antrean panjang di loket konvensional. Melalui konsistensi perbaikan mutu berkala ini, Ditintelkam Polda Metro Jaya membidik penguatan indeks kepuasan masyarakat (public trust) serta memberikan kemudahan birokrasi tanpa sekat administratif yang menyulitkan warga.